Bulan puasa tiba, dan hal tersebut menjadi momen saya memasak nasi untuk buka puasa dan sahur. Nah, kalau bulan puasa biasanya saya memasak nasi dua kali yaitu saat sore dan malam hari. Tentu saja masak nasi sore hari untuk dimakan ketika buka puasa dan masak nasi di malam hari untuk dimakan ketika sahur.
Hal tersebut saya lakukan demi menghindari nasi cepat basi. Selain itu terkadang hasil akhir nasi yang saya masak di penanak nasi cenderung lembek, entah kenapa. Padahal menurut takaran airnya sudah pas.
Suami saya tidak suka makan nasi yang lembek, sehingga beberapa kali harus membuang nasi. Lalu kendala lainnya jika masak nasi pun mudah basi juga akhirnya ya terpaksa dibuang juga. Mubazir kan!
Harga beras sudah cenderung mahal sehingga kalau tidak dimasak dengan benar maka akan mubazir jika harus dibuang-buang.
Sampai akhirnya saya pun mencari informasi bagaimana sih agar memasak nasi bisa pulen dan tidak cepat basi. Ternyata ada beberapa tips dan juga trik memasak nasi supaya pulen dan tidak cepat basi, diantaranya:
Jangan lupa gunakan takaran air yang pas untuk memasak beras, agar ketika menjadi nasi tidak terlalu lembek. Kalian bisa gunakan jari telunjuk untuk mengukur apakah air sudah pas atau belum. Satu ruas jari telunjuk merupakan ukuran yang cukup pas untuk memasak beras menjadi nasi pulen dan tidak lembek.
2. Gunakan perasan jeruk nipis
Ternyata keasaman pada jeruk nipis dapat mencegah nasi matang tidak mudah basi. Memasak nasi menggunakan sedikit perasan air jeruk nipis ini saya dapatkan dari Ibu. Konon, dulu Ibu beberapa kali membuang nasi karena cepat basi, namun sekarang berkat air perasan jeruk nipis yang dicampur ke dalam beras yang akan dimasak, ketahanan nasi bisa sampai satu hari penuh.
3. Aduk nasi yang telah matang
Disarankan untuk kalian mengaduk nasi yang baru saja matang agar lebih pulen dan tidak cepat basi. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan uap air yang masih terperangkap di dalam penanak nasi.
Sebaiknya 5 hingga 10 menit setelah matang, kalian bisa langsung mengaduk nasi untuk menghindari berkerak di di bagian dasar panci.
4. Gunakan penanak nasi yang berkualitas
Poin keempat ini cukup penting bagi saya, yaitu wajib memilih penanak nasi yang berkualitas agar dapat menghasilkan nasi matang yang pulen, tidak cepat basi dan tentu saja tidak lembek.
Sebab saya memiliki pengalaman, membeli produk penanak nasi dengan iming-iming harga murah namun belum sampai satu tahun sudah rusak sehingga mau tidak mau harus membeli yang baru.
Penanak nasi berkualitas tentu bisa menghasilkan nasi yang pulen, tidak mudah basi serta awet dipakai beberapa tahun ke depan tanpa khawatir rusak.
Kalau nasinya lembek dan mudah basi, pasti tidak akan dimakan oleh anggota keluarga. Akibatnya budget membeli beras akan membengkak karena keseringan membuang nasi basi dan lembek.
Kebetulan di rumah saya menggunakan Miyako Nanoal MCM 508 SBC. Saya memilih produk tersebut karena ukurannya cukup besar. Hal ini dikarenakan anggota keluarga di rumah cukup banyak. Dengan ukuran penanak nasi yang besar, maka saya tidak perlu repot memasak nasi berulang kali.
Untuk kalian yang mencari penanak nasi ukuran kecil maka tak perlu khawatir karena Miyako juga mengeluarkan produk dengan kapasitas 0,6 liter.
Keunggulan penanak nasi Miyako selain untuk memasak nasi, kita juga bisa menghangatkan makanan, mengukus hingga memasak nasi. Multifungsi banget kan!
Penutup
Miyako merupakan produsen berbagai peralatan rumah tangga, salah satunya produk penanak nasi. Dengan harga yang relatif terjangkau (ramah di kantong), penanak nasi Miyako Nanoal ini lebih awet dipakai dan tahan lama juga yang sudah terbukti sejak dahulu.
Hal tersebut saya lakukan demi menghindari nasi cepat basi. Selain itu terkadang hasil akhir nasi yang saya masak di penanak nasi cenderung lembek, entah kenapa. Padahal menurut takaran airnya sudah pas.
Suami saya tidak suka makan nasi yang lembek, sehingga beberapa kali harus membuang nasi. Lalu kendala lainnya jika masak nasi pun mudah basi juga akhirnya ya terpaksa dibuang juga. Mubazir kan!
Harga beras sudah cenderung mahal sehingga kalau tidak dimasak dengan benar maka akan mubazir jika harus dibuang-buang.
Sampai akhirnya saya pun mencari informasi bagaimana sih agar memasak nasi bisa pulen dan tidak cepat basi. Ternyata ada beberapa tips dan juga trik memasak nasi supaya pulen dan tidak cepat basi, diantaranya:
1. Cuci bersih beras
Sepertinya mencuci beras sebelum dimasak merupakan cara yang sudah kita pahami turun temurun. Disarankan untuk mencuci beras 2 hingga 3 kali pencucian agar kotoran hilang namun nutrisi di dalam beras masih tetap ada.Jangan lupa gunakan takaran air yang pas untuk memasak beras, agar ketika menjadi nasi tidak terlalu lembek. Kalian bisa gunakan jari telunjuk untuk mengukur apakah air sudah pas atau belum. Satu ruas jari telunjuk merupakan ukuran yang cukup pas untuk memasak beras menjadi nasi pulen dan tidak lembek.
2. Gunakan perasan jeruk nipis
Ternyata keasaman pada jeruk nipis dapat mencegah nasi matang tidak mudah basi. Memasak nasi menggunakan sedikit perasan air jeruk nipis ini saya dapatkan dari Ibu. Konon, dulu Ibu beberapa kali membuang nasi karena cepat basi, namun sekarang berkat air perasan jeruk nipis yang dicampur ke dalam beras yang akan dimasak, ketahanan nasi bisa sampai satu hari penuh.
3. Aduk nasi yang telah matang
Disarankan untuk kalian mengaduk nasi yang baru saja matang agar lebih pulen dan tidak cepat basi. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan uap air yang masih terperangkap di dalam penanak nasi.
Sebaiknya 5 hingga 10 menit setelah matang, kalian bisa langsung mengaduk nasi untuk menghindari berkerak di di bagian dasar panci.
4. Gunakan penanak nasi yang berkualitas
Poin keempat ini cukup penting bagi saya, yaitu wajib memilih penanak nasi yang berkualitas agar dapat menghasilkan nasi matang yang pulen, tidak cepat basi dan tentu saja tidak lembek.
Sebab saya memiliki pengalaman, membeli produk penanak nasi dengan iming-iming harga murah namun belum sampai satu tahun sudah rusak sehingga mau tidak mau harus membeli yang baru.
Penanak nasi berkualitas tentu bisa menghasilkan nasi yang pulen, tidak mudah basi serta awet dipakai beberapa tahun ke depan tanpa khawatir rusak.
Pakai Rice Cooker Miyako, Buat Nasi Lebih Pulen dan Tidak Mudah Basi
Saya bersyukur sekali dipertemukan dengan Rice Cooker Miyako, yang cukup awet serta tahan lama digunakan untuk memasak nasi. Apalagi ketika ada momen kumpul keluarga besar, saya harus memasak nasi dengan porsi cukup banyak.Kalau nasinya lembek dan mudah basi, pasti tidak akan dimakan oleh anggota keluarga. Akibatnya budget membeli beras akan membengkak karena keseringan membuang nasi basi dan lembek.
Kebetulan di rumah saya menggunakan Miyako Nanoal MCM 508 SBC. Saya memilih produk tersebut karena ukurannya cukup besar. Hal ini dikarenakan anggota keluarga di rumah cukup banyak. Dengan ukuran penanak nasi yang besar, maka saya tidak perlu repot memasak nasi berulang kali.
Untuk kalian yang mencari penanak nasi ukuran kecil maka tak perlu khawatir karena Miyako juga mengeluarkan produk dengan kapasitas 0,6 liter.
Keunggulan penanak nasi Miyako selain untuk memasak nasi, kita juga bisa menghangatkan makanan, mengukus hingga memasak nasi. Multifungsi banget kan!
Penutup
Miyako merupakan produsen berbagai peralatan rumah tangga, salah satunya produk penanak nasi. Dengan harga yang relatif terjangkau (ramah di kantong), penanak nasi Miyako Nanoal ini lebih awet dipakai dan tahan lama juga yang sudah terbukti sejak dahulu.
Tentu bagi saya yang merupakan ibu rumah tangga, punya penanak nasi awet itu merupakan langkah tepat dalam mengatur biaya operasional rumah tangga.
Ohya, Rice Cooker Miyako juga Kesayangan Nikita Willy lho, karena ibu muda satu ini juga memasak nasi menggunakan produk penanak nasi dari Miyako.
Ohya, Rice Cooker Miyako juga Kesayangan Nikita Willy lho, karena ibu muda satu ini juga memasak nasi menggunakan produk penanak nasi dari Miyako.

Posting Komentar untuk "Tips Masak Nasi Pulen, Tidak Cepat Basi Menggunakan Rice Cooker"