Kejar Mimpi Dengan Perencanaan Keuangan yang Matang

Perencanaan Keuangan yang Matang


Banyak orang yang ingin mengejar mimpi tapi tak tahu bagaimana cara mewujudkannya. Mereka hanya bermimpi tapi mungkin tidak mempunyai rencana untuk menjadikan mimpi itu sebagai kenyataan. Sebagai contoh, jika Anda ingin jadi orang kaya maka tentu saja harus memikirkan cara agar bisa mendapat uang yang banyak. Tentu dengan cara halal ya. Misalnya saja dengan bekerja, atau berinvestasi agar uang yang Anda simpan bisa berkembang hingga akhirnya bisa mewujudkan kekayaan yang diimpikan.

Tak ada yang salah dengan impian kita. Yang kurang tepat adalah jika kita hanya mager alias malas gerak namun punya mimpi segudang. Sampai usia 100 tahun mungkin kita tak akan bisa mewujudkan impian itu. 

Lalu jika ada yang bertanya, “Saya sudah berusaha mewujudkan impian, namun kenapa sampai sekarang belum ada yan jadi kenyataan”. Bisa jadi jawabannya bukan suatu hal yang mutlak. Beberapa alasan mengapa impian Anda belum terwujud padahal sudah bekerja keras, bisa jadi disebabkan oleh factor berikut:
  1. Tujuan hidup Anda kurang focus dalam mewujdkan impian
  2. Anda perlu membuat beberapa rencana tambahan, jika dirasa impian besar sama sekali tidak bisa terwujud. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu kecewa dalam membuat rencana atau tujuan hidup.
  3. Tuhan belum mengijinkan impian Anda terwujud
Memang dalam hidup, kita tidak boleh meninggalkan campur tangan Tuhan dalam mewujudkan impian. Usaha dan doa setidaknya harus dilakukan secara beriringan.

Saya banyak mendapat insight setelah mengikuti talkshow yang diselenggarakan oleh FWD Insurance, salah satu perusahaan asuransi terbesar yang ada di Indonesia. FWD Insurance rutin mengadakan talkshow secara online yang dapat dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Pada kesempatan kali ini, talkshow yang diadakan mengangkat judul It’s Time to #PressPlay to Your Dreams, Life, and Good Money Management menghadirkan dua narasumber favorit saya dikarenakan pada talkshow sebelumnya dua narasummber ini sudah membawakan materi yang sangat penting untuk saya pribadi dalam mengatur keuangan dan melakukan self love.

Siapa lagi kalau bukan Maura Makarim dan Mada Aryanugraha. Maura Makarim adalah seorang praktisi Self Love & Purpose Life, sementara Mada Aryanugraha merupakan seorang Financial Consultant, Co-Founder sekaligus CEO @Sipundi.id dimana materi yang dibawakan keduanya sangat berhubungan satu dengan lainnya.

Pada kesempatan kali ini, akan saya ulas insight dari materi yang didapat oleh kedua narasumber

1. Maura Makarim

Menurut Maura, sebagai manusia kita harus mulai untuk mengejar mimpi dalam hidup ini. Tentunya kita harus list beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam hidup ini. Dalam membuat tujuan hidup, setidaknya harus dibagi ke dalam beberapa bagian, misalnya:
  • Long term goal, yaitu tujuan jangka panjang yang tidak bisa diraih dalam setahun dua tahun. Hal ini lumrah dikarenakan kita harus mempersiapkan banyak hal. Misalnya saja ketika kita memiliki tujuan ingin punya rumah, maka salah satu cara adalah dengan mengambil cicilan KPR dimana paling cepat terselesaikan adalah 10 tahun.
  • Yearly goal, yaitu tujuan hidup yang dapat kita wujudkan dalam hitungan tahun. Misalnya saja kita ingin menabung dalam jumlah sekian rupiah, maka bisa membuat semacam rencana berapa rupiah yang harus kita sisihkan setiap bulan agar tujuan menabung terealisasi. Tentu saja, untuk yearly goal yang harus dilaksanakan dengan disiplin tinggi dikarenakan waktu yang ingin dicapai relatif singkat.
Dari dua bagian ini, kita harus tahu prioritas mana yang ingin didahulukan. Kalau bisa untuk mewujudkan long term goal, segala rencana yang ingin dicapai ditulis di kertas yang bisa selalu kita lihat sewaktu-waktu. Misalnya saja di depan pintu kamar, di dinding biasa kita lewat dan lokasi mana saja di rumah kita. Hal ini dimaksudkan ketika kita membaca tujuan hidup yang ingin dicapai, kita akan lebih focus untuk pencapaian target dan tahu sampai sejauh mana progress dalam achievement goal tersebut.

Namun hidup itu penuh dengan kejutan, sehingga kita tak perlu kaget dan risau jika dalam perjalanan mencapai tujuan hidup, ada satu atau dua rencana yang tidak bisa terlaksana dengan baik.

Yang penting kita lakukan evaluasi dan lihat apakah tujuan hidup itu masih relevan untuk diperjuangan sampai akhir. Kalau tidak relevan, maka kita harus realistis mengganti dengan planning yang lain.

2. Mada Aryanugraha

Saya sangat setuju dengan pernyataan Mada Aryanugraha yang menyatakan, “Setiap tujuan dalam hidup kita akan berkaitan dengan keuangan”. Diakui atau tidak memang benar, keuangan memegang peranan penting dalam hidup.

Kita ingin bahagia dengan menikah saja harus memiliki perencanaan keuangan yang matang agar bisa menyelenggarakan prosesi pernikahan, apalagi dalam hal lainnya. 

Namun yang terjadi saat ini adalah banyak orang yang bingung dengan tujuan hidupnya. Bahkan prioritas dalam hidup saja mereka masih belum punya. Saya ingin bercerita dimana saya punya teman kerja laki-laki yang sudah berusia 35 tahun. Secara angka, teman saya ini sudah siap menikah, namun entah mengapa di usia sekarang dia masih belum tergerak juga untuk berusaha mencari pendamping hidup.

Ketika saya bertanya kepada teman tersebut, “apa rencana hidupmu 5 tahun lagi?”, dia jawan tidak punya rencana apapun, hanya menjalani apa yang ada di depan mata saja.

Sungguh aneh terdengar di telinga saya, mengingat saya saja ketika seusia dia sudah mulai memikir bagaimana persiapan ketika pensiun kelak. Padahal usia saya ketika itu baru 35 tahun, tapi sudah berpikir menjalani masa pensiun.

Mada Aryanugraha mengatakan bahwa manusia harus buat prioritas dalam hidupnya, dan prioritas itu bisa dalam hal apapun, misalnya saja:
  1. Prioritas memberangkatkan orang tua pergi haji bagi kalian yang beragama Islam
  2. Prioritas menikah di usia muda
  3. Tekad untuk bisa menempuh pendidikan hingga jenjang S3
  4. Dan masih banyak prioritas lainny dalam hidup, dimana semua orang memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
Jika sudah memiliki tujuan dalam hidup, maka kita harus melakukan review setidaknya per 6 bulan sekali. Hal ini dilakukan dalam upaya menentukan besar nilai dari tujuan yang ingin dicapai. Seperti yang telah dikatakan Mada sebelumnya, bahwa setiap tujuan hidup berkaitan dengan perencanaan keuangan yang matang.

Tantangan generasi muda saat ini adalah sulitnya mengendalikan keinginan terhadap rasa konsumtif akan kepemilikan barang. Ingin terlihat gengsi di depan teman-teman, sehingga konsumtif membeli barang-barang di marketplace walau tidak dibutuhkan. Bagaimana mau mempercepat dalam pencapaian tujuan hidup, kalau kita masih konsumtif.

Seseorang dapat disebut memiliki kemapanan keuangan apabila:
  • Sudah bisa mengatur keuangan 
  • Memiliki arus kas positif
  • Memiliki dana darurat
  • Memiliki proteksi dalam hal ini asuransi untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dalam hidupnya.
  • Mampu mengelola management risiko dalam hidupnya.

Asuransi merupakan proteksi keuangan yang dapat dimanfaatkan ketika ada kejadian tak terduga dalam hidup, sehingga generasi muda saat ini sebaiknya sudah mulai aware untuk mengikuti program asuransi, baik itu asuransi jiwa maupun asurani kesehatan.

Penutup

Rencana dan target dalam hidup itu bagi saya pribadi wajib untuk dimiliki. Hal ini bertujuan agar hidup lebih memiliki arah dan tujuan, tidak hanya sekadar menjalaninya saja. Salah satu mencapai target dalam hidup tidak jauh-jauh dari perencanaan keuangan, dimana kita harus punya pegangan untuk masa depan dan hari tua.

Dengan mengikuti Asuransi Jiwa dan juga Asuransi Kesehatan, maka secara tidak langsung kita sudah memiliki tujuan hidup yang akan dibawa menju ke arah yang lebih baik. Mengapa lebih baik, karena Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan memberikan perlindungan kepada kita apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam hidup ini.

Maria Tanjung Sari
Maria Tanjung Sari Selamat Datang di Blog Saya. Jika ingin melakukan kerjasama dengan saya bisa menghubungi di email mariatanjung81@gmail.com atau DM Instagram saya @mariatanjungmenulis

21 komentar untuk "Kejar Mimpi Dengan Perencanaan Keuangan yang Matang"

  1. Bak sedia payung sebelum hujan adalah prinsip yang ditanamkan orangtua sejak dulu ya kak. Fwd mengerti banget kebutuhan kita akan perencanaan keuangan yang baik. Karena kita harus merencanakan setiap detil mimpi yang ingin diraih di masa depan.

    BalasHapus
  2. Betul ya hidup itu harus punya rencana agar tidak berlalu sia sia dan menyesal di kemudian hari.. klau ada rencana dan target insya Allah akan ada progres

    BalasHapus
  3. Pas baca tulisan bahwa tiap tujuan hidup selalu ada kaitannya dengan keuangan, wah bener juga. Tanpa terasa ya mba, sekarang semua berkaitan dengan uang. Namun bagaimanapun, kita juga ak

    BalasHapus
  4. *Kita juga harus punya target ya mba (nyambung komen tadi udah kekirim)

    BalasHapus
  5. Saya sempat merasa agak telat nyadar tentang perencanaan keuangan. Makanya sekarang saya terus ingetin anak-anak supaya lebih bisa mengelola keuangan.

    BalasHapus
  6. Memang sih yang namanya hidup kudu punya tujuan yaa, salah satu tujuan yang penting adalah tujuan finansial supaya enggak keteteran. Mungkin ada yang akhirnya miss krn misalnya kmrn tiba2 pandemi yang gak terduga.
    Itulah sebabnya sebelum kejadian lagi kudu punya pondasi keuangan yang kokoh ya mbak, salah satunya ya punya perencanaan keuangan dengan cermat.

    BalasHapus
  7. Aku selalu bikin long term goal tapi gak pernah kepikiran bikin short term goal tahunan. Biasanya cuma short term bulanan. Boleh juga nih dicoba supaya keuangan jadi lebih terencana dan bisa mencapai goal yang diinginkan.

    BalasHapus
  8. Saya pernah ikut zoom meeting yang membahas tentang dream board. Jadi, apa yg kita rencanakan atau impikan bisa kita tempel di papan itu. Misal foto atau kalimat penyemangat. Jadi hidup tuh ada tujuan atau maksud yang jelas. Mempunyai asuransi salah satu tujuan hidup agar alur keuangan tetep pada jalurnya.

    BalasHapus
  9. Enaknya jadi anak muda sekarang tuh udah banyak fasilitas yang bisa diakses termasuk ilmu tentang pengaturan keuangan. Jadi sedini mungkin sebagai manusia bisa mengira-ngira tujuan hidup bisa dicapai selama jangka waktu berapa periode.

    BalasHapus
  10. Kalau untuk tujuan keuangan ini sebaiknya ditulis secara terperinci yaa..
    Agar tepat sasaran dan bisa menjadi semangat untuk menggapainya. Ada banyak cara dan salah satunya dengan hidup sesuai dengan kebutuhan, gak boros dan pengelolaan keuangan yang baik.

    BalasHapus
  11. Hidup memang harus direncanakan, kata Malih Tongtong
    lah gimanaaaa direncanakan aja melenceng jauh kadang dari kenyataan, gimana ngga direncanakan?

    BalasHapus
  12. Alhamdulilah bisa ikut webinar yang sangat bermanfaat ini ya Mbak Maria?
    Jadi diingatkan untuk press play agar secara periodik agar tujuan bisa tercapai

    BalasHapus
  13. Seringkali saya mendengar cerita kalau seorang gagal menggapai mimpinya karena kurangnya perencanaan keuangan. Memang udah saatnya kita semua belajar mengelola keuangan dengan baik

    BalasHapus
  14. Selama ini saat saya berfikir abai pada pentingnya asuransi jiwa tapi setelah memiliki anak-anak pemikiran itu perlahan digodok lagi.

    Karena masa depan anak harus dipersiapkan apalagi jika ada apa-apa dengan kita di kemudian hari

    BalasHapus
  15. Setiap impian memang butuh dana untuk mewujudkannya, ya. Makanya perencanaan keuangan sangat penting agar setiap tujuan tercapai dengan mulus

    BalasHapus
  16. Kantor suami menggunakan jasa FWD Insurance. Layanannya jempolan banget. Tiap berobat atau opname, proses administrasinya gak pakai lama. Responsenya cepat dengan layanan yang ramah.

    BalasHapus
  17. Mempersiapkan untuk hal tidak kita inginkan ini sebagai bentuk kewaspadaan kita juga ya. Kita kan gak tahu apa yg akan terjadi beberapa saat kemudian... Pengaturan keuangan memang harus selalu ditingkatkan

    BalasHapus
  18. dengan merencanakan keuangan secara matang, insyaallah apapun impian kita bisa diraih yaa. kuncinya asal kita konsisten dan sabar, insyaallah semua bisa diraih

    BalasHapus
  19. FWD asuransi boleh juga nih diikuti buat proteksi diri kita, memang semua yg terjadi sudah takdir Allah yaa...
    Tapi langkah2 perlindungan diri paling ga tau kan ya

    BalasHapus
  20. Hidup dengan perencanaan tentu akan berjalan lebih menyenangkan dibandingkan yang tidak memiliki konsep dan aturan. Terutama terkait keuangan.
    Saya jadi ingat sebuah guyonan,

    Duit memang tidak dibawa mati.
    Tapi kalo gak ada duit, rasanya pengen mati.

    Sadis memang, tapi ya kenyataan real nya memang duit adalah hal penting yang harus diatur

    BalasHapus
  21. Setuju banget nih perencanaan keuangan harus matang karena akan menentukan tujuan keuangan di masa depan ya mbak

    BalasHapus