Review Film Ngenest: Jodoh Tidak Perlu Melihat Warna Kulit


Film karya Ernest


Film Ngenest merupakan salah satu besutan sutradara andal di Indonesia yaitu Ernest Prakasa, dimana hampir semua karyanya selalu ditunggu-tunggu oleh penikmat film Indonesia tak terkecuali saya. Rasanya ada saja tema yang baru dan fresh ketika Ernest memproduksi sebuah film. Salah satunya Film Ngenest ini.

Saya ingin mencoba mereview film Ngenest berdasarkan apa yang telah saya tonton dan tentu saja tak lupa akan ada hikmah di setiap film yang ditonton. Hikmah saya selalu tulis agar tidak lupa bahwa setiap perjalanan hidup manusia walau itu hanya sebuah film tetap ada pelajaran yang harus kita petik.

Pelajaran hidup tentu membawa kita ke arah yang lebih baik lagi. Apalagi film biasanya tidak ada unsur menggurui dan lebih mengena di hati penontonnya. Film yang bagus biasanya mampu menggugah hati penontonnya agar secara tidak langsung mengubah mindset yang sebelumnya dimiliki menjadi mindset sesuai dengan pesan moral dari film tersebut.

Namun kembali lagi, jika pesan moral yang terdapat dalam film yang Anda tonton belum dapat masuk ke hati, maka jangan paksakan untuk diterapkan dalam keseharian.

Film Ngenest : Jodoh Tidak Hanya Urusan Warna Kulit

Film yang diperankan oleh Ernest Prakarsa ini sebenarnya menceritakan mengenai dirinya sendiri sebagai individu dari latar belakang keluarga keturunan Tionghoa yang menikahi perempuan pribumi. Tidak ada unsur rasis dalam film ini namun hanyalah kekhawatiran dari seorang pemuda yang bernama Ernest dalam perjalanan mencari jodohnya.

Karena film ini disutradarai langsung oleh Ernest Prakasa sehingga lebih hidup dan tentu saja sesuai dengan penggambaran yang dia rasakan di kehidupan nyata. Bagi Ernest etnis Tionghoa sering mendapatkan perlakuan diskriminasi dan itu yang dirasakan pada dirinya ketika duduk di bangku sekolah.

Perlakuan yang diterima Ernest ketika sekolah tentu saja membekas di hati dan dia tidak ingin mengalami hal serupa ketika dewasa nanti sehingga Ernest memiliki ide yang lumayan "gila". Idenya adalah dengan menikahi perempuan pribumi agar stigma terhadap dirinya hilang seketika.

Ternyata Tuhan mengabulkan ide gila Ernest tersebut dimana ketika kuliah, Ernest berkenalan dengan Meira yang kemudian dipacarinya. Ujian datang dalam hubungan percintaan mereka yaitu ayah dari Meira sempat tidak merestui kisah cinta mereka berdua. Namun hal itu tidaklah lama karena kemudian ayah Meira merestui dan akhirnya sampailah Ernest dan Meira pada jenjang pernikahan.





Mariatanjungmenulis
Mariatanjungmenulis Selamat Datang di Blog Saya. Jika ingin melakukan kerjasama dengan saya bisa menghubungi di email mariatanjung81@gmail.com atau DM Instagram saya @mariatanjungmenulis

1 komentar untuk "Review Film Ngenest: Jodoh Tidak Perlu Melihat Warna Kulit"

  1. Aku selalu sukaaaa Ama film2nya Ernest. Selain lucu, tp juga banyak pelajaran yg bisa diambil. Trutama soal ras dan toleransi. Itu makany slalu suka nonton film nya :D. Yg ngenest ini aku blm nonton. Tp td dicek di Netflix adaaa ^o^. Ntr sorean mau nonton, sambil nunggu buka puasa mba :D

    BalasHapus